Rabu, 22 April 2020

MAKANAN DIMASAK SEMPURNA & HINDARI DAGING YANG BERPOTENSI MENULARKAN

JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19 MELALUI GERMAS
DALAM BAHASA AGAMA

(Langkah Ke-8: Makan Makanan Yang Dimasak Sempurna Dan Jangan Makan Daging Dari Hewan Yang Berpotensi Menularkan)

Oleh: Alfiatu Solikah, S. Ag., M.Pd.I.



Langkah ke-8 dari upaya mencegah diri dan keluarga dari Covid-19 adalah makan makanan yang dimasak sempurna dan jangan makan daging hewan yang berpotensi menularkan. Sebagaimana pembahasan sebelumnya, tulisan tetap mengacu kepada aturan Kementerian Kesehatan dalam bahasa agama. Penulisan berikut berisi tentang tips memasak yang benar, tips menjaga kebersihan dapur, etika memasak di dalam Islam, agar masakan membawa berkah serta beberapa makanan yang dikhawatirkan berpotensi menularkan covid-19.

Memasak yang benar

WHO telah menyarankan setidaknya untuk mencuci dan memasak bahan makanan dengan benar. Meski makanan tidak termasuk dalam media penyebaran virus corona, namun mengikuti semua protokol keamanan pangan perlu dilakukan. Memasak dengan benar secara signifikan bisa mengurangi konsentrasi virus (Donald W. Schaffner, Director of the Food Science Graduate Program at Rutgers University, Today, Rabu 15/4/2020). Rekomendasi terbaik dalam memasak makanan sebenarnya berbeda-beda, tergantung jenis bahan pangan. Misalnya untuk unggas, para ahli menyarankan agar dimasak dalam panas 165º C. Sedangkan untuk daging sapi setidaknya dimasak 160º C.

Adapun cara desinfeksi makanan dan dapur untuk menjamin semuanya bersih dan steril. Hal ini perlu dipraktekkan di tengah pandemi virus corona seperti sekarang. Ritual makan bersama keluarga tetap perlu dilakukan di tengah wabah virus corona, sebab kebiasaan ini bisa menguatkan satu sama lain (Epidemiolog Aubree Gordon dari Universitas Michigan, Amerika Serikat).

Tips dari para pakar untuk menjaga kebersihan dapur selama pandemi virus corona:
  1. Bersihkan dapur lebih dari sekali sehari. Cara membersihkan dapur yang tepat akan berhasil menyingkirkan virus. Virus corona lebih menempel pada permukaan plastik dan stainless steel alih-alih di permukaan tembaga atau kertas karton. Virus ini bertahan sampai 72 jam di plastik dan stainless steel. Manfaatkan cairan pembersih dapur untuk melakukan hal ini (Brian Sansoni, American Cleaning Institute).
  2. Area yang perlu dibersihkan diantaranya permukaan meja dan lemari dapur, meja makan jika ada di dapur, pintu kulkas, talenan, dan tombol-tombol kompor. Lebih baik jika menggunakan campuran air dan sabun untuk membersihkan area tersebut. Gunakan spons agar lebih efektif. Terakhir, jangan lupa cuci spons sampai bersih (Ahli kimia William F. Carroll Jr. dari Indiana University).
  3. Desinfeksi dengan cairan pembersih. Di pasaran ada cairan pembersih dapur yang bisa dimanfaatkan. Pilih yang bersifat 'bleach', biasanya mengandung larutan natrium hipoklorit atau hidrogen peroksida yang memiliki fungsi mensterilkan.
  4. Pakai air sabun ketimbang cuka. Virus corona rentan terhadap air sabun. Karenanya pakai larutan ini dibanding cuka. Larutan cuka kurang efektif membunuh bakteri dan virus termasuk corona.
  5. Pakai sarung tangan tak masalah. Saat membersihkan dapur, tak masalah jika ingin pakai sarung tangan sekali pakai. Kalau tak ada, bisa pakai tangan telanjang. Hanya saja pastikan sering mencuci tangan dengan benar.
  6. Bersihkan wadah-wadah makanan. Wadah makanan seperti kotak penyimpanan juga perlu dilap dan dibersihkan. Wadah ini bisa dipakai untuk menyimpan bahan makanan kering seperti pasta atau sereal.
  7. Cuci buah dan sayur. Buah, sayur, dan bahan makanan segar lain tak perlu dicuci dengan larutan desinfeksi. Cukup dengan membilasnya menggunakan air atau merendamnya. Mulai dari sayuran hijau, sayuran akar, sampai sayuran dan buah yang teksturnya keras, berikut cara mencucinya.
  8. Sering cuci tangan, penting untuk selalu mencuci tangan dengan benar. Paling tidak selama 20 detik. Gunakan sabun cuci tangan. Setelah itu keringkan dengan handuk bersih. Jangan sampai mengelap tangan kotor di handuk bersih (Andi Annisa Dwi Rahmawati, Cara Desinfeksi Dapur dan Makanan dari Virus Corona)


Etika Memasak

dalam Islam segala sesuatu telah ada  tuntunannya. termasuk memasak. Bagaimana etika memasak ? antara lain dengan doa-doa berikut:

Doa Masuk Dapur:
رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (Q.S. Al Kahfi ayat 10)

Doa Waktu menimbang beras:
 الحَمدُ للهِ الَذي اطْعَمَنَا  مِنْ جُوعٍ
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan daripada kelaparan.

Doa membuka periuk:
 اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ
Ya Allah berkatilah kami daripadanya dan kurniakanlah kami makanan yang lebih baik darinya (At-Tarmizi 5/506. Sahih At-Tarmizi 3/158.)

Zikir Waktu Masak:
 لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ ۗ
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah (Q.S. an Najm, ayat 58).


Doa Potong Sayur & Buah
 فَذَبَحُوْهَا وَمَا كَادُوْا يَفْعَلُوْنَ ࣖ
Lalu mereka menyembelihnya, dan nyaris mereka tidak melaksanakan (perintah) itu (Q.S. al Baqarah: 71)

Doa meletak periuk
 فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. al Baqarah: 137)


Doa simpan beras
 وَتَرْزُقُ مَن تَشَاء بِغَيْرِ حِسَابٍ
Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya. (Q.S. Ali Imron: 27)

Demikianlah beberpa doa ketika di dapur, agar makanan yang dimasak berkah, rumahtangga kita bahagia, terhindar daripada perkara-perkara yang tak diingini dan sebagainya. Semoga rumahtangga kita sentiasa dibawah naungan keberkatan Allah jua.

Makanan yang dikhawatirkan 
Beberapa hewan yang berpotensi menularkan virus corona antara lain kera, kucing, ular, serta kelelawar. 
------------------------------------------------------------
Baca juga 
dan 
-------------------------------------------------------------
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah: 168)

Kita diperintah untuk makan makanan yang halal dan baik yang kita sukai dan tidak mengikuti jejak langkah setan yang merayu kita agar memakan yang haram atau menghalalkan yang haram. Makanan yang halal adalah makanan yang dibolehkan oleh agama dari segi hukumnya, baik halal dzatnya, dibolehkan oleh agama, misalnya telor, buah-buahan, sayur-mayur dan lain-lain. Makanan halal hakikatnya adalah makanan yang didapat dan diolah dengan cara yang benar menurut agama, misalnya makanan seperti contoh di atas yang diperoleh dengan usaha yang benar, sapi yang disembelih dengan menyebut nama Allah dan lain-lain. Adapun lawan dari halal adalah haram, yaitu makanan yang secara dzatnya dilarang oleh agama untuk dimakan, misalnya daging babi, daging anjing, darah, bangkai selain bangkai ikan, dan lain-lain. Sedangkan haram karena hakikatnya adalah haram untuk dimakan karena cara memperoleh atau cara mengolahnya, misalnya telor hasil mencuri, daging hasil menipu, dan lain sebagainya.

Adapun makanan yang baik yaitu makanan yang dapat dipertimbangkan dengan akal, dan ukurannya adalah kesehatan. Artinya makanan yang baik adalah yang berguna dan tidak membahayakan bagi tubuh manusia dilihat dari sudut kesehatan. Maka makanan yang baik lebih bersifat kondisional, tergantung situasi dan kondisi manusia yang bersangkutan, misalnya suatu jenis makanan sangat baik untuk si A, belum tentu baik pula untuk si B atau si C. Makanan yang baik belum tentu halal dan yang halal belum tentu baik.

Covid 19 yang semula muncul di Kota Wuhan China berdasar beberapa penelitian berasal dari kelelawar yang dikonsumsi. Sehingga dengan munculnya Covid 19 mengajak kita untuk kembali kepada ajaran agama dengan memakan makanan yang halal dan baik. 


Lanjut ke langkah ke Sembilan:
Bila demam dan sesak nafas, segera ke fasilitas kesehatan ! Klik disni


Selasa, 21 April 2020

MINUM AIR PUTIH 8 GELAS PER HARI

JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19 
MELALUI GERMAS (dalam Bahasa Agama)

(edisi ke-7: Minum Air Putih  8 Gelas Per Hari)

Oleh: Alfiatu Solikah, S. Ag., M.Pd.I.



Langkah pencegahan covid-19 yang ke-7 adalah minum air putih 8 gelas per hari. Sebagai umat beragama, alangkah lebih baik dan bernilai ibadah tatkala kita melaksanakan anjuran pemerintah sekaligus melaksanakan perintah agama dengan memperhatikan etika minum yang benar sesuai dengan tuntunan syari’at Islam.

Adapun etika minum yang diajarkan Rosulullah saw adalah sebagai berikut:
1.     Mengucapkan Basmallah sebelum minum
2.     Mengucapkan Hamdallah setelah minum
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
“Sesungguhnya Allah ridha terhadap seorang hamba yang menikmati makanan lalu memuji Allah sesudahnya atau meneguk minuman lalu memuji Allah sesudahnya.” (HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi)
3.     Menggunakan tangan sebelah kanan
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَأْكُلْ بِشِمَالِهِ وَ إِذَا شَرِبَ فَلَا يَشْرَبُ بِشِمَالِهِ وَ إِذَا أَخَذَ فَلَا يَأْخُذُ بِشِمَالِهِ وَ إِذَا أَعْطَى فَلَا يُعْطِي بِشِمَالِهِ
“Apabila seseorang di antara kalian makan maka janganlah ia makan dengan tangan kirinya. Apabila ia minum maka janganlah ia minum dengan tangan kirinya. Apabila ia mengambil (sesuatu dari orang) maka janganlah ia mengambilnya dengan tangan kirinya. Dan apabila ia memberi (sesuatu) maka janganlah ia memberinya dengan tangan kirinya.” (HR Ahmad)
 4.     Tidak meniup minuman
إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا أَتَى الخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِه
“Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan (HR. Bukhari)
Mengapa hal itu tidak boleh dilakukan? Karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya.
5.     Minum Sambil Duduk
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدُكُمْ قَائِمًا فَمَنْ شَرِبَ قَائِمًا فَلْيَسْتَقِئْ. )رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِى الصَّحِيحِ(
Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Jika ia minum sambil berdiri, maka muntahkanlah!” (H.R. Muslim dalam Kitab Shahihnya).
6.     Tidak boleh berbicara
7.     Tidak boleh tergesa-gesa
8.     Tidak boleh makan sambil berjalan
9.    Tidak berlebihan / sesuai dengan kebutuhan.
وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan (al A’raf: 31).

Sabda Nabi Muhammad SAW :
ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه
“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas” (HR At-Tirmidzi (2380), Ibnu Majah (3349), Ahmad (4/132), dan lain-lain. Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah (2265)
10.  Tidak membicarakan hal-hal buruk

Selama ini banyak orang yang tidak menyukai air putih, hal itu dikarenakan air putih tersebut banyak  tidak berasa dan tidak berwarna. Bagi yang tidak terbiasa minum air putih, mereka akan merasakan mual dan perih pada bagian lambung dan tenggorokannya. Banyak fakta yang ditemukan di lapangan jika banyak orang yang tidak hobi untuk minum air putih. Padahal dalam dunia medis, minum banyak air putih memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Kandungan yang ada di dalam air putih adalah mineral yang tinggi dan kadar air yang tinggi. Sehingga air yang baik dan sehat bisa membuat tubuh tetap terjaga asupan cairannya. Sedangkan air putih yang tidak sehat dan hanya sedikit tidak akan cukup untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat keringat.

Manfaat banyak minum air putih ini sangat banyak untuk kesehatan. Berikut ini beberapa diantaranya :
  1. Melancarkan sistem pencernaan. Cairan yang masuk ke dalam tubuh juga bisa melancarkan pencernaan sehingga,  jika pencernaan lancar maka nutrisi yang terserap ke dalam tubuh semakin cepat dan banyak.
  2. Meningkatkan metabolisme. Manfaat air putih juga bisa meningkatkan metabolisme, metabolisme yang meningkat itu bisa membuat anda merasakan kenyang.
  3. Penambah tenaga. Orang yang terhindar dari dehidrasi akan memiliki banyak tenaga dibandingkan dengan orang yang mengalami dehidrasi.
  4. Meningkatkan konsentrasi. Otak yang mendapatkan cukup air dan oksigen, air dan oksigen yang masuk ke dalam otak bisa membuat otak tetap konsentrasi.
  5. Penurun stress. Ketika dehidrasi dan mengalami kehausan, tubuh dan pikiran pun akan menjadi stress.
  6. Melemaskan otot. Air putih juga bisa bermanfaat untuk otot. Otot sendi yang terlumasi maka sendi pun tidak akan mudah merasakan nyeri dan tidak akan mudah merasakan sakit.
  7. Melembabkan kulit. Kandungan mineral yang ada di dalam air putih bisa digunakan untuk melembabkan kulit. Cairan mineral yang ada di dalam air putih juga bisa menutrisi sel-sel kulit sehingga kulit akan terjaga kelembabannya.
  8. Mencegah keriput. Manfaat banyak minum air putih mengatasi kulit kering yang bisa menyebabkan kulit jadi mudah keriput. Hal itu dikarenakan kulit yang kering bisa menimbulkan kerutan-kerutan di wajah dan kulit.
  9. Menyehatkan Jantung. Air putih bisa melancarkan aliran darah menuju ke jantung, jika aliran darah ke jantung lancar maka jantung pun akan sehat.
  10. Pencegah sakit kepala. Air putih yang dikonsumsi bisa digunakan untuk mencegah dan menahan sakit kepala berupa migrain. Jangan langsung mengkonsumsi obat saat sakit kepala mulai menyerang. Ada baiknya untuk mencoba manfaat banyak minum air putih minimal tujuh gelas dalam sehari bisa meredakan sakit kepala. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas of Masstricht di Belanda bisa meredakan sakit kepala seperti migrain dalam 21 jam.
  11. Otak semakin tajam. Otak yang kekurangan cairan bisa mengakibatkan otak kekurangan oksigen. Oksigen yang kurang di dalam otak bisa membuat otak kurang tajam dan kurang konsentrasi.
  12. Obat flu dan batuk. Manfaat minum air hangat bisa digunakan sebagai obat flu dan batuk karena flu dan batuk bisa diredakan dengan air putih hangat.
  13. Membantu dalam mengeluarkan keringat. Ketika minum-minuman panas akan membuat tubuh menjadi berkeringat. Orang yang berkeringat akan muda dalam mengeluarkan toksin-toksin di dalam tubuh.
  14. Mengatasi nyeri saat menstruasi. Minum air putih yang banyak bisa digunakan untuk mengatasi nyeri akibat kram menstruasi tersebut.
  15. Mengatasi gangguan kulit. Gangguan kulit itu misalnya saja adalah psoriaris. Hal itu dikarenakan gangguan kulit bisa disebabkan oleh dehidrasi. Dehidrasi yang ekstrim bisa membuat kulit menjadi terganggu kesehatan dan kelembabannya.
  16. Menghindari dehidrasi. Dehidrasi bisa disebabkan oleh kekurangan cairan di dalam tubuh. Tubuh yang mengalami dehidrasi bisa terkena berbagai macam penyakit, antara lain Covid-19.
  17. Menyeimbangkan getah bening. Cairan yang masuk digunakan untuk melancarkan sistem kerja getah bening. Jika getah bening bisa bekerja secara maksimal, tubuh bisa memiliki manfaat untuk melawan berbagai macam infeksi yang bisa mengganggu atau menurunkan kualitas kesehatan tubuh.
  18. Penyeimbang berat badan. Air yang masuk ke dalam tubuh melancarkan pencernaan dan membuat rasa kenyang lebih lama. Jika sudah begitu, keinginan tubuh untuk makan dengan porsi yang berlebihan dan melakukan ngemil bisa dihindari.
  19. Ginjal sehat. Air putih lebih bisa diterima ginjal dibandingkan dengan minuman yang mengandung soda, pewarna, pemanis buatan dan masih banyak lagi lainnya.
  20. Membuat usus lebih sehat. Air putih yang sehat bisa bermanfaat untuk membuang kotoran dan racun yang melekat di usus.
  21. Menyeimbangkan tubuh. Saat kekurangan cairan, keseimbangan organ di dalam tubuh akan terganggu. Oleh sebab itu mengkonsumsi air putih bisa digunakan sebagai penyeimbang organ di dalam tubuh agar bisa bekerja secara maksimal (Sumber: Manfaat Air Putih, Kemenkes) 




Bersambung: Langkah Ke-8
(Makan makanan yang dimasak sempurna 
dan jangan makan daging dari hewan yang berpotensi menularkan) klik di sini

Senin, 20 April 2020

GUNAKAN MASKER & BILA BERSIN SERTA BATUK TUTUP MULUT DENGAN LENGAN ATAS BAGIAN DALAM


JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19 MELALUI GERMAS
DALAM BAHASA AGAMA

(Edisi Ke-6: Gunakan Masker dan Bila Bersin serta Batuk
Tutup Mulut dengan Lengan Atas Bagian Dalam)

Oleh: Alfiatu Solikah, S. Ag., M.Pd.I.



Langkah keenam dari ikhtiar menjaga diri dan keluarga dari Covid 19 adalah menggunakan masker serta tutup mulut dengan lengan bagian dalam. Sebagaimana pembahasan langkah-langkah sebelumnya, penulisan ini tetap mengacu pada aturan kementerian kesehatan dalam bahasa agama. Penulis dalam hal ini mendasarkan pada perintah agama tentang taat kepada ulil amri.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (an Nisa’ ayat 59).

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan untuk taat kepada-Nya dan taat kepada Rasul dengan menjalankan perintah keduanya baik yang wajib maupun sunnah serta menjauhi setiap larangannya. Juga dalam ayat tersebut disebutkan perintah untuk taat pada ulil amri. Yang dimaksud ulil amri di sini adalah yang mengatur urusan umat. Ulil amri di sini adalah penguasa, penegak hukum dan pemberi fatwa (para ulama). Urusan agama dan urusan dunia dari setiap orang bisa berjalan lancar dengan menaati mereka-mereka tadi. Ketaatan pada mereka adalah sebagai bentuk ketaatan pada Allah dan bentuk mengharap pahala di sisi-Nya. Namun dengan catatan ketaatan tersebut bukanlah dalam perkara maksiat pada Allah. Kalau mereka memerintah pada maksiat, maka tidaklah ada ketaatan pada makhluk dalam bermaksiat pada Allah. Dalam hadits disebutkan,

السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ حَقٌّ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِالْمَعْصِيَةِ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

“Patuh dan taat pada pemimpin tetap ada selama bukan dalam maksiat. Jika diperintah dalam maksiat, maka tidak ada kepatuhan dan ketaatan.” (HR. Bukhari, no. 2955)

Dalam ayat ini berisi perintah untuk taat pada Allah dan Rasul-Nya serta ulil amri kita. Apa yang dimaksud ulil amri dalam ayat di atas? Ulil amri dalam ayat di atas ada empat tafsiran dari para ulama, yaitu ada ulama yang berpendapat bahwa mereka adalah penguasa. Ada juga pendapat lainnya yang menyatakan bahwa ulil amri adalah para ulama. Dua pendapat lainnya menyatakan bahwa ulil amri adalah sahabat Nabi saw, juga ada yang menyebut secara spesifik bahwa ulil amri adalah Abu Bakr dan Umar sebagaimana pendapat dari ‘Ikrimah. Apabila yang dimaksudkan ulil amri adalah penguasa, maka perintah mereka memang wajib ditaati selama bukan dalam perkara maksiat.

Sedangkan tentang etika batuk dan bersin, dalam hadits Rosulullah saw memerintahkan hendaknya orang yang bersin untuk merendahkan suaranya dan tidak secara sengaja mengeraskan suara bersinnya. Hal tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ.

“Bahwasanya apabila Nabi saw bersin, beliau menutup wajah dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” [HR. Ahmad II/439, al-Hakim IV/264, Abu Dawud no. 5029, at-Tirmidzi no. 2746. Lihat Shahih at-Tirmidzi II/355 no. 2205]

Demikianlah Allah memberikan perintah kepada kita. Untuk itu, marilah kita mentaati aturan kesehatan  dalam hal ini Kementerian Kesehatan selaku ulil amri yang membidangi kesehatan. Untuk kesehatan masyarakat disampaikan kepada semua orang untuk memakai masker dan bila bersin maupun batuk tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam. Berdasarkan ayat al Qur’an dan hadits di atas, kita taati aturan pemerintah. Dengan demikian apabila kita melaksanakan aturan tersebut, berarti kita taat kepada Allah yang sekaligus tercatat sebagai ibadah, berkah manfaat iman dan takwa  serta sekaligus kesehatan.

Penggunaan masker kain kini telah diimbau oleh pemerintah dan WHO dalam rangka pencegahan virus corona. Bukan lagi mereka yang sakit, yang sehat pun wajib menggunakannya saat akan bepergian ke luar rumah.


Berbicara tentang pemakaian masker kain, masyarakat pun perlu mengerti cara benar memasangnya. Meski terbilang mudah, masih banyak orang yang melakukan kesalahan sehingga meningkatkan risiko terjangkit covid-19. Agar tidak salah langkah, berikut adalah beberapa panduannya.

  1. Tangan wajib bersih sebelum memakai masker. Sumber penularan virus pertama datang dari tangan sehingga sebelum menggunakan masker kain sangat disarankan untuk mencuci tangan. Adapun ini dikerjakan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik. Kemudian, dengan tangan yang bersih, barulah pasang masker.
  2. Periksa apakah ada kain yang lubang atau rusak.  Jika ya, maka penggunaannya harus diganti dengan yang baru sebab masker tersebut tidak bisa memberikan proteksi sebagaimana masker kain pada umumnya dalam menangkal mikroorganisme.
  3. Tutup mulut, hidung, dan dagu anda, pastikan bagian masker yang berwarna berada di bagian depan.
  4. Tekan bagian atas masker supaya mengikuti bentuk hidung Anda dan tarik ke belakang ke bagian bawah dagu.
  5. Masker kain tidak boleh longgar. Masker kain memiliki banyak ukuran dan jenis. Sebaiknya untuk mendapatkan proteksi aman, pilih masker yang pas dan tidak longgar sebab ini bisa menjadi tempat masuknya virus dan bakteri. Pastikan pula masker kain bisa menutupi seluruh area hidung, mulut, hingga ke dagu.
  6. Hanya boleh menyentuh bagian pengait masker saat akan dilepas. Saat akan melepas masker, memegang bagian depan sangat dilarang sebab itu bisa terkontaminasi setelah penggunaannya seharian penuh. Amannya, peganglah bagian pengait atau gagang masker kain saja. Setelah itu, jangan lupa kembali mencuci kain dan tangan agar kuman dan bakteri dipastikan mati.
  7. Cuci tangan pakai sabun setelah membuang masker yang telah digunakan ke dalam tempat sampah.
  8. Biar bersih, ganti masker anda secara rutin apabila kotor atau basah (Sumber: Kemenkes).

Dengan menggunakan masker, maka anda telah melakukan salah satu upaya pencegahan untuk meminimalisir penyakit. Selain itu anda juga bisa tetap sehat setiap hari dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat serta melaksanakan GERMAS setiap hari.

Sedangkan untuk batuk dan bersin, etikanya adalah:
  1. Tutupi mulut dan hidung Anda dengan tisu saat Anda batuk atau bersin.
  2. Masukkan tisu bekas bersin Anda ke keranjang sampah.
  3. Jika Anda tidak memiliki tisu, batuk atau bersin ke lengan atas Anda (siku), bukan tangan Anda.
  4. Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun setelah bersin. Sebab, menjaga kebersihan tangan adalah salah satu cara untuk menghindari sakit dan menyebarkan kuman ke orang lain.
  5. Jika sabun dan air tidak tersedia gunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol setidaknya 60 persen untuk membersihkan tangan (Sumber: Kemenkes).



Bersambung ke langkah ke-7: Minum air mineral 8 gelas per  hari klik di sini

Minggu, 19 April 2020

CUCI TANGAN PAKAI SABUN (Dalam Bahasa Agama)


JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19 
MELALUI GERMAS DALAM BAHASA AGAMA

(Langkah Ke-5: Cuci Tangan Pakai Sabun)

Oleh: Alfiatu Solikah, S. Ag., M.Pd.I.


Masih melanjutkan pembahasan tentang Menjaga diri dan keluarga dari Covid 19, dalam hal ini masuk pada langkah kelima, yakni cuci tangan pakai sabun. Seperti biasa penulis akan menguraikan pembahasan ini sesuai aturan Kementerian Kesehatan dalam bahasa agama. ISLAM adalah agama yang membawa maslahah dan mencegah mudharat bagi manusia. Diantara bentuknya, Islam mengajarkan pola hidup bersih dan tampil indah. Contohnya, ada beberapa waktu yang dianjurkan untuk mencuci tangan ketika itu. Siapa yang melakukan cuci tangan dalam rangka memenuhi anjuran ini, ia mendapatkan pahala. Kapan saja cuci tangan diperintahkan ?

Ketika hendak wudlu

Disebutkan dalam hadits Humran bin Aban rahimahullah tentang cara wudhu Utsman bin Affan radhiallahu’anhu, “.. kemudian beliau membasuh kedua tangannya 3 kali.” Yang di akhir hadits, Utsman bin Affan mengatakan,  “Aku melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhuku ini.” (HR. Bukhari no.1934, Muslim no.226).

Ketika sebelum dan sesudah makan

عَنْ سَلْمَانَ، قَالَ قَرَأْتُ فِي التَّوْرَاةِ أَنَّ بَرَكَةَ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ بَعْدَهُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا قَرَأْتُ فِي التَّوْرَاةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " بَرَكَةُ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ قَبْلَهُ وَالْوُضُوءُ بَعْدَهُ

Artinya: “Dinarasikan Salman: Saya membaca di Taurat, berkah makanan ada di wudhu setelah menyantapnya. Lalu aku mengatakannya pada Nabi Muhammad SAW yang aku baca di Taurat. Setelah itu Rasulullah SAW mengatakan, "Berkah pada makanan ada di dalam wudhu sebelum dan setelah menyantap hidangan." (HR Tirmidzi).

Ketika akan melakukan aktivitas

عَنْ جَابِرٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْرِغْ عَلَى يَدِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَ يَدَهُ فِي إِنَائِهِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي فِيمَ بَاتَتْ يَدُهُ " .

Artinya: Rasulullah SAW mengatakan, "Ketika kamu bangun tidur, dia seharusnya cuci tangan tiga kali sebelum beraktivitas karena dia tidak tahu kondisi tangannya saat malam hari." (HR Muslim).
Hadits ini mengingatkan pentingnya cuci tangan sebelum melakukan aktivitas. Cuci tangan memastikan tidak ada virus dan bakteri yang berisiko menginfeksi tubuh.

Ketika Tangan Kotor

Secara umum ketika ada kotoran pada tubuh kita atau pakaian kita, hendaknya berusaha membersihkannya agar tampil bersih dan bagus. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.” (HR. Muslim no.91).

Cuci tangan sangat diperlukan untuk menghindari penularan penyakit melalui tangan. Seperti apa sih cara cuci tangan yang benar menurut Kemenkes dan WHO? Mencuci tangan dengan menggunakan sabun menjadi salah satu tindakan sanitasi untuk pencegahan penyakit. Bahkan tanggal 15 Oktober ditetapkan sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian pada anak. Melakukan cara cuci tangan yang baik juga bisa mencegah kita dari berbagai macam penyakit. Pasalnya, penyakit seperti flu, diare dan mata merah bisa dengan mudah ditularkan melalui tangan yang kotor.

Cara Cuci Tangan 7 Langkah Pakai Sabun Yang Baik dan Benar
1.    Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut

2.      Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian

3.      Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih

4.      Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan

5.      Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian

6.      Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan

7.      Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar

Kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu.

selanjutnya langkah ke-6: 
Gunakankan masker dst klik disini


Sabtu, 18 April 2020

TIDAK MEROKOK

JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19 
MELALUI GERMAS DALAM BAHASA AGAMA

(Langkah Ke-4: Tidak Merokok)

Oleh: Alfiatu Solikah, S. Ag., M.Pd.I.


Langkah keempat dari usaha untuk menjaga diri dan keluarga dari Covid 19 adalah tidak merokok. Berikut penulis uraikan tentang merokok, baik dalil naqli, aqli serta bahaya merokok bagi kesehatan. Semoga bermanfaat dan ada berkahnya, dengan uraian berikut menjadi jalan bagi Anda yang masih merokok, bisa sayonara dengan rokok. 

Berbagai spekulasi terkait merokok memang menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Beberapa mengatakan bahwa merokok termasuk diharamkan alias dilarang oleh agama, sebagian lagi mengatakan bahwa merokok tidak berkaitan dengan hukum agama. Dalam Islam tentunya hal ini menjadi pembahasan yang cukup serius. Apalagi setelah isu beredarnya fatwa terkait merokok yang diharamkan oleh sebuah lembaga tinggi agama Islam. Perdebatan mengenai hal tersebut semakin kencang dihembuskan.

Islam tidak melarang siapapun melakukan tindakan yang berkaitan dengan kebiasaan seseorang selama hal tersebut tidak merugikan pihak lain. Demikian halnya dengan merokok yang juga bergantung pada kepribadian setiap individu yang melakoninya.

Islam hanya mengajarkan umatnya untuk tidak melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri. Sudah bukan rahasia lagi bahwa merokok sejatinya merupakan kebiasaan yang dapat merusak kesehatan. Bahkan dalam setiap bungkusnya sudah tertulis “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Maka menanggapi hal tersebut, rokok dinilai merupakan tindakan atau kebiasaan yang tidak baik dilakukan bagi umat muslim.

Secara umum merokok menurut para ulama dinilai sebagai tindakan yang memiliki dua macam hukum yaitu haram dan makruh. Namun, dalam penerapannya melekatkan hukum makruh pada kebiasaan merokok lebih disetujui oleh kalangan masyarakat agar tidak terjadi kesenjangan sosial serta menimbulkan keributan tertentu.

Dalil dan Hadist Tentang Larangan
Dalil dan Hadist yang berbicara mengenai larangan merokok sejatinya memang tidak dituliskan secara jelas. Namun, sebagai umat muslim yang patuh terhadap larangan Allah SWT, tentunya kita wajib mengetahui dan menjalankan segala perintah serta menjauhi larangan yang sudah tertera dalam ayat Al Qur’an. Beberapa dalil yang dapat digunakan sebagai larangan untuk merokok diantaranya adalah sebagai berikut:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. al-A’raaf: 157)

Dari ayat tersebut telah menjelaskan bahwa Allah SWT telah menghalalkan segal yang baik bagi umat manusia dan mengharamkan yang buruk bagi manusia. Secara ilmu pengetahuan, kesehatan, rokok merupakan barang yang berpotensi untuk membuat kondisi pemakainya justru menurun. Hal ini dapat diartikan bahwa merokok adalah kebiasaan yang tidak baik serta dilarang oleh Allah SWT.

Keburukan mengonsumsi rokok juga telah dengan jelas disebutkan pada kemasan roko tersebut. Sebagai peringatan, justru kalimat yang hampir disetujui semua kalangan itu tidak sekalipun diindahkan. Hal ini bdapat dibuktikan dalam kebiasaan perokok secara umum seperti; bahwa setiap perokok justru tidak menginginkan keturunannya untuk melakukan hal yang sama, larangan merokok telah dilakukan hampir di semua area publik, sehingga secara jelas sebenarnya larangan merokok tersebut sudah tepat dan wajib direalisasikan. Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah 195)

Firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah tersebut menjelaskan kepada kita sebagai umat muslim untuk tidak menggunakan apapun untuk menghancurkan diri kita sendiri. Sebagaimana firman Allah tersebut, kita mengetahui bahwa rokok sebenarnya dapat membunuh manusia secara perlahan.

Hal tersebut sangat dilarang oleh Allah yaitu membinasakan diri sendiri. Kematian yang disebabkan oleh bahaya merokok sudah terjadi hampir di seluruh dunia. Beberapa penyakit seperti jantung, paru-paru, kanker tenggorokan dan sebagainya termasuk jenis penyakit yang mayoritas disebabkan oleh konsumsi rokok tidak terkendali. Jadi, wajar saja apabila rokok dianggap sebagai racun yang perlahan dapat membunuh nyawa seseorang.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS. Al-Baqoroh: 219).

Al Qur’an Surat al-Baqarah 219 menjelaskan bahwa Allah SWT melarang manusia untuk melakukan sesuatu yang tiada bermanfaat, atau yang bahayanya jauh melebihi arak serta judi. Arak dan judi adalah dosa besar yang tiada manfaatnya, justru menimbulkan banyak kerugian bagi pelakunya. Hal ini disamakan dengan merokok yang memang tidak menjadikan manfaat apapun bagi pemakainya.

Pembelaan mengenai merokok dilakukan oleh mereka yang sudah menganggap rokok sebagai candu. Pernyataan ini jelas bertentangan karena sesungguhnya sedikitpun dari segi kesehatan, perekonomian, atau budaya dan sebagainya yang diklaim sebagai pembelaan atas rokok tidak satupun yang membenarkan perilaku tersebut adalah hal yang baik. Sebagaimana Hadist Rasulullah SAW diriwayatkan berbunyi:

حفظه الله عَنْ  أَبِـيْ  سَعِيْدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْـخُدْرِيِّ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّـى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Dari Abû Sa’îd Sa’d bin Mâlik bin Sinân al-Khudri Radhyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain (HR. Baihaqi dan al-Hakim dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Perokok tidak hanya membahayakan diri mereka sendiri, melainkan juga orang disekitar mereka. Bahkan sebuah riset menyetakan bahaya perokok pasif atau mereka yang berada disekitar perokok lebih besar terinfeksi kanker dibandingkan perokok yang sesungguhnya. Betapa dirugikannya orang yang disekeliling perokok saat menghisap asap yang berpotensi membunuh diri mereka secara perlahan. Firman Allah SWT dalam surat Al Ahzab berbunyi sebagai berikut:

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
 Dan sesungguhnya orang-orang yang mengganggu/menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dengan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58)

Sebagai umat muslim, Islam mengajarkan kita untuk menghargai sesama manusia sebagai saudara yang jelas tidak menginginkan saudaranya mendapatkan musibah. Allah SWT melarang umatNya untuk menyakiti saudaranya sendiri. Demikian halnya dengan merokok. Perokok sudah jelas membahayakan saudaranya yang lain dalam hal kesehatan. Perokok pasif lebih berpotensi mengidap kanker dibanding perokok sendiri. Oleh sebab itu, kebiasaan merokok dianggap sebagai perbuatan yang menyakiti sesama manusia.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًاوَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”(AS. Al-Isro’: 26-27).

Pernahkah berpikir bahwa setiap harta yang kita kumpulkan adalah hasil dari kerja keras dan keringat? Harta tersebut didapatkan dengan cara yang tidak mudah. Secara logika, menghamburkan uang yang didapatkan dengan susah payah untuk membeli sebatang rokok adalah tindakan yang sia-sia. Menyia-nyiakan rezeki, sia-sia terhadap waktu, dan tidak menghargai kesehatan yang sudah diberikan kepada kita adalah hal yang tidak disukai Allah SWT.

Sesungguhnya merokok atau tidak adalah sebuah pilihan. Namun, pilihan tersebut bukanlah pilihan yang berat karena sudah dengan jelas diungkapkan bahwa merokok adalah prilaku yang sia-sia dari segi apapun. Oleh karena itu, alangkah baiknya menggunakan sisa waktu, sisa rezeki dan badan jasmani kita dengan tindakan yang baik serta bermanfaat bagi masa depan. Bahaya merokok dapat membahayakan hampir setiap organ tubuh, menyebabkan banyak penyakit, dan mengurangi kesehatan perokok aktif secara umum. Begitu pun pada perokok pasif, seorang yang terpapar asap rokok dari seorang perokok aktif, yang sama berbahayanya bagi kesehatan.

Bahaya Merokok bagi Kesehatan Tubuh
Beberapa penyakit yang mungkin dialami adalah penyakit kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit berbahaya lainnya. Selengkapnya simak bahaya rokok di bawah ini.
  1. Fertilitas (kesuburan): Bahaya merokok terhadap reproduksi dan kesuburan cukup fatal, karena kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko impotensi (disfungsi efeksi), kerusakan sperma, mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan kanker testis.
  2. Bau mulut dan kerusakan gigi: Bahaya merokok dapat menyebabkan bau mulut dan gigi bernoda. Hal ini juga dapat menyebabkan penyakit gusi dan kerusakan indera perasa. Bahaya rokok paling serius adalah meningkatkan risiko mengembangkan kanker pada lidah, tenggorokan, dan bibir.
  3. Penuaan dini: Bahaya rokok dapat mengurangi jumlah oksigen ke kulit sehingga dapat mempercepat penuaan dan kulit tampak kusam dan berwarna abu-abu. Merokok di usia muda antara 10-20 tahun dapat menyebabkan kerutan di wajah, terutama di sekitar mata (kantung mata) dan mulut, tiga kali lebih mungkin.
  4. Tulang rapuh: Bahaya rokok bagi kesehatan berkutnya dapat menyebabkan tulang cepat lemah dan rapuh. Terutama wanita perokok, 5-10% lebih mungkin untuk menderita osteoporosis dibandingkan non-perokok.
  5. Penyakit pencernaan: Bahaya rokok bagi kesehatan lainnya dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker perut, rsiko kanker ginjal, pankreas, dan kandung kemih.
  6. Penyait paru obstruktif kronik (PPOK): Bahaya merokok bagi kesehatan dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK adalah penyakit progresif yang membuat seseorang sulit untuk bernapas. Banyak perokok tidak tahu bahwa mereka telah terkena penyakit ini hingga sudah terlambat. Tidak ada obat untuk penyakit ini dan belum ada cara untuk menyembuhkannya.
  7. Serangan jantung: Karbon monoksida dari rokok mengambil oksigen dalam darah dan menyebabkan risiko mengembangkan kolesterol mengendap di dinding arteri. Efek ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
  8. Rheumatoid arthritis: Radang sendi atau rheumatoid arhtritis adalah penyakit radang kronis dan lebih sering terjadi pada wanita yang memengaruhi persendian di tangan dan kaki. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan dan pada akhirnya menyebabkan tulang keropos  dan kelainan bentuk sendi.
  9. Diabetes tipe 2: Bahaya merokok bagi kesehatan ini juga tak kalah berbahaya, karena menyebabkan diabetes tipe 2 dan meningkatkan risiko komplikasi penyakit, termasuk menghambat aliran darah ke kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi dan mengakibatkan amputasi kaki.
  10. Kanker: Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada pria dan wanita, karena sangat sulit untuk diobati. Bahaya merokok bagi kesehatan menyebabkan berbagai kanker, karena asap rokok mengandung ribuan bahan kimia di dalamnya. Berikut ini faktor risiko dari dampak rokok bagi kesehatan yang menyebabkan berbagai jenis kanker, antara lain: Kanker mulut; laring (kotak suara), faring (tenggorokan), dan Kerongkongan (tabung menelan); Kanker ginjal; Kanker serviks; Kanker hati; Kandung kemih; Kanker pancreas; Kanker usus besar; Leukemia myeloid.
Bagaimana Cara Menghindari Bahaya Merokok ?
Berikut yang mungkin bisa Anda terapkan untuk menghindari dampak rokok bagi kesehatan:
  1. Analisis kebiasaan: Lakukan analisis atas kebiasaan-kebiasaan merokok yang telah dilakukan selama ini, misalnya: kapan Anda secara otomatis ingin merokok: hasil analisis ini akan membantu dalam mengerem keinginan merokok di kemudian waktu.
  2. Susun daftar alasan: Lakukan segala hal yang membuat Anda tidak kembali merokok, selalu ingat alasan-alasan yang mendasari Anda untuk tidak merokok, jika perlu susun daftar alasan itu, seperti; menghindari kanker, gagal jantung, gangguan pencernaan, kehidupan sosial yang lebih baik, menabung, ingat kesehatan dan kepentingan keluarga, dan makan lebih enak.
  3. Langsung berhenti: Pilihlah satu hari di mana Anda akan berhenti merokok, dan pada hari itu, langsung berhenti total tanpa melakukan kebiasaan merokok. Beritahukan rencana Anda kepada orang-orang terdekat agar mereka bisa membantu. Waspada pada hari-hari awal, karena akan terasa sangat berat, cobalah mengalihkan perhatian dengan mengonsumsi permen atau permen karet tanpa gula sementara waktu, kurangilah kegiatan yang berkaitan dengan rokok.
  4. Nikmati hidup: Uang yang seharusnya dipakai untuk membeli rokok dapat dipakai untuk membeli hadiah bagi diri sendiri, ditabung atau untuk keperluan lainnya yang bermanfaat.
  5. Konsumsi rendah kalori: Pengaruh rokok terhadap kesehatan memang merugikan, jadi terapkanlah pola makan yang sehat. Selama beberapa minggu pertama (sampai kira-kira empat minggu), makanlah makanan yang mengandung kalori rendah. Disarankan untuk minum air yang banyak.


Sumber:
·         Soetjiningsih, (2010). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.
·         Tim KPAI (2013, 06 Juni). Menyelamatkan Anak Dari Bahaya Rokok. Dikutip 15 April 2019.
·         WHO. 2015. The Millenium Development Gols for Health. Jakarta : World Health Organitation.
·         Widada RH dan Icuk P. 2010. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Balai Pustaka.
·         Jaffe D, Chavasse L. 1999. Comparing The Co Content Of Cigarette Smoke and auto Exhaust Using   Gas Chromatography. J. Chollege Sci. Teaching.
·         


selanjutnya, langkah ke-5: Cuci Tangan Pakai Sabun (Klik disini)

Menguatkan Iman Dan Akhlak Melalui Literasi Al-Qur’an Dan Majelis Ilmu

A. Pendahuluan Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam yang diturunkan Allah Swt. sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidu...