Selasa, 04 Agustus 2026

Tafsir QS. Al-Wāqi'ah Ayat 7–11: Tiga Golongan Manusia di Hari Kiamat

 


Ayat 7

وَكُنتُمْ أَزْوَٰجًا ثَلَٰثَةً

dan kamu menjadi tiga golongan.

Dan pada saat kiamat itu kamu, wahai manusia, akan terbagi menjadi tiga golongan.

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia pada waktu itu terdiri atas tiga golongan, yaitu-golongan kanan, golongan kiri, dan golongan orang-orang yang paling dahulu beriman, sebagaimana akan diterangkan pada ayat berikutnya.


Ayat 8-9

فَأَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ مَآ أَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ

Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu (ayat 8).

Yaitu golongan kanan; mereka itulah orang yang beriman kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Alangkah mulianya golongan kanan itu karena mereka akan mendapat karunia yang Dia janjikan.

Ayat ini menjelaskan bahwa “golongan kanan” adalah orang-orang yang menerima buku catatan amal mereka dengan tangan kanan, yang menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni surga. Tentulah keadaan mereka sangat baik dan sangat menyenangkan.

وَأَصْحَٰبُ ٱلْمَشْـَٔمَةِ مَآ أَصْحَٰبُ ٱلْمَشْـَٔمَةِ

Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu (ayat 9).

Dan yang kedua adalah golongan kiri, yaitu mereka yang ingkar dan berbuat kemaksiatan. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu karena mereka akan mendapat hukuman akibat kemungkarannya.

“Golongan kiri” ialah orang-orang yang menerima buku catatan amal mereka dengan tangan kiri yang menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni neraka dan akan mendapat siksaan serta hukuman yang sangat menyedihkan.

Berkenaan dengan dua ayat diatas ayat Mu‘āż bin Jabal meriwayatkan:

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم تَلاَ هٰذِهِ اْلآيَةَ ثُمَّ قَبَضَ بِيَدَيْهِ قَبْضَتَيْنِ. فَقَالَ: هٰذِهِ فِى الجَنَّةِ وَلاَ أُبَالِيْ وَهٰذِهِ فِى النَّارِ وَلاَ أُبَالِيْ. (رواه أحمد عن معاذ بن جبل)

Nabi Muhammad saw tatkala membaca ayat di atas, beliau menggenggam tangannya seraya berkata, “Ini (yang digenggam dengan tangan kanan beliau) adalah ahli surga dan tidak perlu aku memperhatikan, dan (yang digenggam dengan tangan kiri beliau) ini adalah ahli neraka dan tidak perlu aku mempedulikannya.” (Riwayat Ahmad dari Mu’adz bin Jabal)


Ayat 10

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ

Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, (ayat 10)

Dan yang ketiga adalah orang-orang yang paling dahulu beriman pada dakwah Rasulullah. Karena itu, merekalah yang paling dulu masuk surga sebagai balasan atas keimanan dan ketaatannya.

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang paling dahulu beriman kepada Allah tidak asing lagi bagi kita, karena kepribadian mereka yang luhur serta perbuatan-perbuatan mereka yang mengagumkan. Dapat pula diartikan bahwa orang-orang yang paling dahulu mematuhi perintah Allah, mereka pulalah yang paling dahulu menerima rahmat Allah.

Barang siapa yang lebih awal membuat kebaikan di dunia ini, maka ia adalah orang yang lebih awal pula mendapat ganjaran di akhirat nanti.

Ayat ini menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “as-sābiqūn”, ialah mereka yang disebut dalam hadis ‘Aisyah sebagai berikut:

أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: أَتَدْرُوْنَ مَنِ السَّابِقُوْنَ اِلىَ ظِلِّ اللّٰهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ؟ قَالُوْا: اللّٰهُ وَرَسُوْلُهُ أعْلَمُ. قَالَ: اَلَّذِيْنَ إِذَا أُعْطُوْا الْحَقَّ قَبِلُوْهُ وَإِذَا سُئِلُوْهُ بَذَلُوْا وَحَكَمُوْا لِلنَّاسِ كَحُكْمِهِمْ لِأَنْفُسِهِمْ. (رواه أحمد)

Nabi Muhammad saw telah bersabda, “Apakah kamu sekalian tahu siapa yang paling dahulu mendapat perlindungan dari Allah pada hari Kiamat nanti?” Mereka (para sahabat) berkata, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah bersabda, “Mereka itu adalah orang yang apabila diberi haknya menerimanya, apabila diminta, memberikannya dan apabila menjatuhkan hukuman terhadap orang lain sama seperti mereka menjatuhkan hukuman terhadap diri mereka sendiri.” (Riwayat Amad)


Ayat 11

اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ

Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

Mereka yang pertama beriman itu adalah orang-orang yang dekat kepada Allah. Sebagai balasan, mereka akan mendapat rahmat-Nya,

Ayat ini menerangkan bahwa mereka yang paling dahulu beriman itulah yang menerima ganjaran yang lebih dahulu dari Allah. Mereka adalah ahli surga yang dilimpahi nikmat-nikmat yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta terpikirkan oleh siapa pun juga sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi saw.

فِى الْجَنَّةِ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَ لَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَ لَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ. (رواه البزار عن أبي سعيد)

Di dalam surga terdapat nikmat dan kesenangan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga serta tidak pernah terlintas di hati manusia. (Riwayat al-Bazzār dari Abī Sa‘īd)

 


Gambaran Dahsyat Hari Kiamat (Al Waqi'ah 1-6)



Tafsir Per Ayat

إِذَا وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ

Apabila terjadi hari kiamat,

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ

tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.

Ayat 1-2

Ayat ini menerangkan bahwa apabila terjadi hari Kiamat, maka kejadian itu tidak dapat didustakan dan juga tidak dapat diragukan, tidak seorang pun dapat mendustakannya atau mengingkarinya dan nyata dilihat oleh setiap orang. Tatkala di dunia, banyak manusia yang mendustakannya dan mengingkarinya karena belum merasakan azab sengsara yang telah diderita oleh orang-orang yang telah disiksa itu.

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),

Ayat 3

Ayat ini menjelaskan bahwa kejadian hari Kiamat akan merendahkan satu golongan dan meninggikan golongan yang lain, demikian kata Ibnu ‘Abbas. Karena kejadian yang besar pengaruhnya membawa perubahan yang besar pula. Kemudian diterangkan bahwa hari Kiamat itu menurunkan derajat golongan yang satu dan meninggikan golongan yang lain. Tatkala itu, ada gempa yang menghancurkan semua yang ada di atas, gunung-gunung dan bangunan-bangunan hancur-lebur seperti debu yang beterbangan di udara. Manusia ketika itu terbagi atas tiga golongan yaitu golongan kanan (Ashabul-yamin), golongan kiri (Ashabusy-syimal), dan golongan orang terdahulu beriman (As-sabiqun).

إِذَا رُجَّتِ ٱلْأَرْضُ رَجًّا

 apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

Ayat 4

Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari Kiamat akan timbul gempa bumi yang sangat dahsyat dengan guncangan-guncangan yang hebat di segenap pelosok bumi, menghancurkan benteng-benteng dan gunung-gunung, merobohkan rumah-rumah dan bangunan-bangunan, serta apa saja yang terdapat di permukaan bumi. Dalam ayat lain, Allah berfirman:

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ  

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. (az-Zalzalah/99: 1)

Dan firman-Nya:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ 

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (al-Hajj/22: 1).

وَبُسَّتِ ٱلْجِبَالُ بَسًّا

 dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,

فَكَانَتْ هَبَآءً مُّنۢبَثًّا

maka jadilah ia debu yang beterbangan,

Ayat 5-6

Ayat ini mengungkapkan bahwa pada hari Kiamat gunung-gunung dihancur-luluhkan sehancur-hancurnya menjadi tumpukan tanah yang bercerai-berai, menjadi debu yang beterbangan seperti daun kering yang diterbangkan angin. Ringkasnya, gunung-gunung akan hilang dari tempatnya sesuai pula dengan ayat 9 al-Ma’arij/70.

وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِۙ 

Dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan). (al-Ma’arij/70: 9)

وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ  

Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya. (al-Waqi’ah/56: 5)

QS. Al-Waqi'ah: Menyelami Rahasia Rezeki, Kehidupan, dan Akhirat


Makna luar biasa dari QS. Al-Waqiah 
Surat yang bisa mengubah cara kita memandang rezeki, kehidupan, dan akhirat.

1. Surat Pembuka Rezeki
Rasulullah saw bersabda:

سمعت رسول الله ﷺ يقول: من قرأ الواقعة كل ليلة لم يفتقر. رواه البيهقي
"Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca surat Al-Waqi'ah setiap malam, dia tidak akan jatuh miskin." (HR. Baihaqi)

Hadis ini menunjukkan bahwa membaca QS. Al-Waqiah bukan sekadar rutinitas ibadah, tapi juga amalan yang menghadirkan keberkahan rezeki. Rezeki di sini bukan hanya harta, tapi juga kesehatan, ketenangan, dan kebahagiaan yang datang dari Allah SWT.
Banyak ulama menafsirkan, bahwa rahasia “pembuka rezeki” terletak pada penguatan iman dan rasa tawakal setelah memahami isi surat ini.

2. Mengingatkan Kita Akan Kekuasaan Allah 
QS. Al-Waqiah menggambarkan dengan sangat indah tentang kehebatan Allah dalam menciptakan dunia. Dari tumbuhan yang tumbuh di tanah, air yang turun dari langit, hingga api yang menyala semuanya adalah bukti kebesaran Allah yang memberi rezeki kepada makhluk-Nya.
Maka apakah kamu melihat apa yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya atau Kami?” (QS. Al-Waqiah: 63–64)

Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak sombong atas hasil kerja, karena sejatinya, Allah-lah Sang Pemberi kehidupan dan pengatur rezeki.

3. Lebih dari Sekadar Rezeki
QS. Al-Waqiah juga Mengingatkan tentang Akhirat Selain berbicara soal rezeki dunia, surat ini juga mengingatkan manusia tentang kehidupan setelah mati. Allah membagi manusia dalam tiga golongan di hari kiamat:
- As-Sabiqun (Orang yang paling dahulu beriman)
- Ashhabul Yamin (Golongan kanan - ahli surga)
- Ashhabusy Syimal (Golongan kiri - ahli neraka)

Pesan besarnya jelas: Jika kita ingin rezeki yang berkah di dunia, jangan lupakan akhirat. Keseimbangan antara usaha dunia dan amal akhirat adalah kunci kebahagiaan sejati.

Tafsir QS. Al-Wāqi'ah Ayat 7–11: Tiga Golongan Manusia di Hari Kiamat

  Ayat 7 وَكُنتُمْ أَزْوَٰجًا ثَلَٰثَةً dan kamu menjadi tiga golongan. Dan pada saat kiamat itu kamu, wahai manusia, akan terbagi menja...