وَكُنتُمْ أَزْوَٰجًا ثَلَٰثَةً
dan kamu menjadi tiga golongan.
Dan pada saat kiamat itu kamu, wahai
manusia, akan terbagi menjadi tiga golongan.
Ayat ini menjelaskan bahwa manusia
pada waktu itu terdiri atas tiga golongan, yaitu-golongan kanan, golongan kiri,
dan golongan orang-orang yang paling dahulu beriman, sebagaimana akan
diterangkan pada ayat berikutnya.
Ayat 8-9
فَأَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ مَآ أَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ
Yaitu golongan kanan. Alangkah
mulianya golongan kanan itu (ayat 8).
Yaitu golongan kanan; mereka itulah
orang yang beriman kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi
larangan-Nya. Alangkah mulianya golongan kanan itu karena mereka akan mendapat
karunia yang Dia janjikan.
Ayat ini menjelaskan bahwa “golongan
kanan” adalah orang-orang yang menerima buku catatan amal mereka dengan tangan
kanan, yang menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni surga. Tentulah keadaan
mereka sangat baik dan sangat menyenangkan.
وَأَصْحَٰبُ ٱلْمَشْـَٔمَةِ مَآ أَصْحَٰبُ ٱلْمَشْـَٔمَةِ
Dan golongan kiri. Alangkah
sengsaranya golongan kiri itu (ayat 9).
Dan yang kedua adalah golongan kiri,
yaitu mereka yang ingkar dan berbuat kemaksiatan. Alangkah sengsaranya golongan
kiri itu karena mereka akan mendapat hukuman akibat kemungkarannya.
“Golongan kiri” ialah orang-orang
yang menerima buku catatan amal mereka dengan tangan kiri yang menunjukkan
bahwa mereka adalah penghuni neraka dan akan mendapat siksaan serta hukuman
yang sangat menyedihkan.
Berkenaan dengan dua ayat diatas ayat
Mu‘āż bin Jabal meriwayatkan:
اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم تَلاَ
هٰذِهِ اْلآيَةَ ثُمَّ قَبَضَ بِيَدَيْهِ قَبْضَتَيْنِ. فَقَالَ: هٰذِهِ فِى
الجَنَّةِ وَلاَ أُبَالِيْ وَهٰذِهِ فِى النَّارِ وَلاَ أُبَالِيْ. (رواه أحمد عن
معاذ بن جبل)
Nabi Muhammad saw tatkala membaca
ayat di atas, beliau menggenggam tangannya seraya berkata, “Ini (yang digenggam
dengan tangan kanan beliau) adalah ahli surga dan tidak perlu aku
memperhatikan, dan (yang digenggam dengan tangan kiri beliau) ini adalah ahli
neraka dan tidak perlu aku mempedulikannya.” (Riwayat
Ahmad dari Mu’adz bin Jabal)
Ayat
10
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلسَّٰبِقُونَ
Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, (ayat 10)
Dan
yang ketiga adalah orang-orang yang paling dahulu beriman pada dakwah
Rasulullah. Karena itu, merekalah yang paling dulu masuk surga sebagai balasan
atas keimanan dan ketaatannya.
Ayat
ini menjelaskan bahwa orang-orang yang paling dahulu beriman kepada Allah tidak
asing lagi bagi kita, karena kepribadian mereka yang luhur serta
perbuatan-perbuatan mereka yang mengagumkan. Dapat pula diartikan bahwa
orang-orang yang paling dahulu mematuhi perintah Allah, mereka pulalah yang
paling dahulu menerima rahmat Allah.
Barang
siapa yang lebih awal membuat kebaikan di dunia ini, maka ia adalah orang yang
lebih awal pula mendapat ganjaran di akhirat nanti.
Ayat
ini menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “as-sābiqūn”, ialah mereka
yang disebut dalam hadis ‘Aisyah sebagai berikut:
أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
قَالَ: أَتَدْرُوْنَ مَنِ السَّابِقُوْنَ اِلىَ ظِلِّ اللّٰهِ يَوْمَ
اْلقِيَامَةِ؟ قَالُوْا: اللّٰهُ وَرَسُوْلُهُ أعْلَمُ. قَالَ: اَلَّذِيْنَ إِذَا
أُعْطُوْا الْحَقَّ قَبِلُوْهُ وَإِذَا سُئِلُوْهُ بَذَلُوْا وَحَكَمُوْا
لِلنَّاسِ كَحُكْمِهِمْ لِأَنْفُسِهِمْ. (رواه أحمد)
Nabi
Muhammad saw telah bersabda, “Apakah kamu sekalian tahu siapa yang paling
dahulu mendapat perlindungan dari Allah pada hari Kiamat nanti?” Mereka (para
sahabat) berkata, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah
bersabda, “Mereka itu adalah orang yang apabila diberi haknya menerimanya,
apabila diminta, memberikannya dan apabila menjatuhkan hukuman terhadap orang
lain sama seperti mereka menjatuhkan hukuman terhadap diri mereka sendiri.” (Riwayat Aḥmad)
Ayat
11
اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ
Mereka
itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).
Mereka
yang pertama beriman itu adalah orang-orang yang dekat kepada Allah. Sebagai
balasan, mereka akan mendapat rahmat-Nya,
Ayat
ini menerangkan bahwa mereka yang paling dahulu beriman itulah yang menerima
ganjaran yang lebih dahulu dari Allah. Mereka adalah ahli surga yang dilimpahi
nikmat-nikmat yang tidak pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga
serta terpikirkan oleh siapa pun juga sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi
saw.
فِى الْجَنَّةِ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَ لَا أُذُنٌ
سَمِعَتْ وَ لَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ. (رواه البزار عن أبي سعيد)
Di
dalam surga terdapat nikmat dan kesenangan yang tidak pernah dilihat oleh mata
dan didengar oleh telinga serta tidak pernah terlintas di hati manusia. (Riwayat al-Bazzār dari Abī
Sa‘īd)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar