Senin, 20 April 2020

GUNAKAN MASKER & BILA BERSIN SERTA BATUK TUTUP MULUT DENGAN LENGAN ATAS BAGIAN DALAM


JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19 MELALUI GERMAS
DALAM BAHASA AGAMA

(Edisi Ke-6: Gunakan Masker dan Bila Bersin serta Batuk
Tutup Mulut dengan Lengan Atas Bagian Dalam)

Oleh: Alfiatu Solikah, S. Ag., M.Pd.I.



Langkah keenam dari ikhtiar menjaga diri dan keluarga dari Covid 19 adalah menggunakan masker serta tutup mulut dengan lengan bagian dalam. Sebagaimana pembahasan langkah-langkah sebelumnya, penulisan ini tetap mengacu pada aturan kementerian kesehatan dalam bahasa agama. Penulis dalam hal ini mendasarkan pada perintah agama tentang taat kepada ulil amri.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (an Nisa’ ayat 59).

Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan untuk taat kepada-Nya dan taat kepada Rasul dengan menjalankan perintah keduanya baik yang wajib maupun sunnah serta menjauhi setiap larangannya. Juga dalam ayat tersebut disebutkan perintah untuk taat pada ulil amri. Yang dimaksud ulil amri di sini adalah yang mengatur urusan umat. Ulil amri di sini adalah penguasa, penegak hukum dan pemberi fatwa (para ulama). Urusan agama dan urusan dunia dari setiap orang bisa berjalan lancar dengan menaati mereka-mereka tadi. Ketaatan pada mereka adalah sebagai bentuk ketaatan pada Allah dan bentuk mengharap pahala di sisi-Nya. Namun dengan catatan ketaatan tersebut bukanlah dalam perkara maksiat pada Allah. Kalau mereka memerintah pada maksiat, maka tidaklah ada ketaatan pada makhluk dalam bermaksiat pada Allah. Dalam hadits disebutkan,

السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ حَقٌّ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِالْمَعْصِيَةِ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

“Patuh dan taat pada pemimpin tetap ada selama bukan dalam maksiat. Jika diperintah dalam maksiat, maka tidak ada kepatuhan dan ketaatan.” (HR. Bukhari, no. 2955)

Dalam ayat ini berisi perintah untuk taat pada Allah dan Rasul-Nya serta ulil amri kita. Apa yang dimaksud ulil amri dalam ayat di atas? Ulil amri dalam ayat di atas ada empat tafsiran dari para ulama, yaitu ada ulama yang berpendapat bahwa mereka adalah penguasa. Ada juga pendapat lainnya yang menyatakan bahwa ulil amri adalah para ulama. Dua pendapat lainnya menyatakan bahwa ulil amri adalah sahabat Nabi saw, juga ada yang menyebut secara spesifik bahwa ulil amri adalah Abu Bakr dan Umar sebagaimana pendapat dari ‘Ikrimah. Apabila yang dimaksudkan ulil amri adalah penguasa, maka perintah mereka memang wajib ditaati selama bukan dalam perkara maksiat.

Sedangkan tentang etika batuk dan bersin, dalam hadits Rosulullah saw memerintahkan hendaknya orang yang bersin untuk merendahkan suaranya dan tidak secara sengaja mengeraskan suara bersinnya. Hal tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ.

“Bahwasanya apabila Nabi saw bersin, beliau menutup wajah dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” [HR. Ahmad II/439, al-Hakim IV/264, Abu Dawud no. 5029, at-Tirmidzi no. 2746. Lihat Shahih at-Tirmidzi II/355 no. 2205]

Demikianlah Allah memberikan perintah kepada kita. Untuk itu, marilah kita mentaati aturan kesehatan  dalam hal ini Kementerian Kesehatan selaku ulil amri yang membidangi kesehatan. Untuk kesehatan masyarakat disampaikan kepada semua orang untuk memakai masker dan bila bersin maupun batuk tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam. Berdasarkan ayat al Qur’an dan hadits di atas, kita taati aturan pemerintah. Dengan demikian apabila kita melaksanakan aturan tersebut, berarti kita taat kepada Allah yang sekaligus tercatat sebagai ibadah, berkah manfaat iman dan takwa  serta sekaligus kesehatan.

Penggunaan masker kain kini telah diimbau oleh pemerintah dan WHO dalam rangka pencegahan virus corona. Bukan lagi mereka yang sakit, yang sehat pun wajib menggunakannya saat akan bepergian ke luar rumah.


Berbicara tentang pemakaian masker kain, masyarakat pun perlu mengerti cara benar memasangnya. Meski terbilang mudah, masih banyak orang yang melakukan kesalahan sehingga meningkatkan risiko terjangkit covid-19. Agar tidak salah langkah, berikut adalah beberapa panduannya.

  1. Tangan wajib bersih sebelum memakai masker. Sumber penularan virus pertama datang dari tangan sehingga sebelum menggunakan masker kain sangat disarankan untuk mencuci tangan. Adapun ini dikerjakan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik. Kemudian, dengan tangan yang bersih, barulah pasang masker.
  2. Periksa apakah ada kain yang lubang atau rusak.  Jika ya, maka penggunaannya harus diganti dengan yang baru sebab masker tersebut tidak bisa memberikan proteksi sebagaimana masker kain pada umumnya dalam menangkal mikroorganisme.
  3. Tutup mulut, hidung, dan dagu anda, pastikan bagian masker yang berwarna berada di bagian depan.
  4. Tekan bagian atas masker supaya mengikuti bentuk hidung Anda dan tarik ke belakang ke bagian bawah dagu.
  5. Masker kain tidak boleh longgar. Masker kain memiliki banyak ukuran dan jenis. Sebaiknya untuk mendapatkan proteksi aman, pilih masker yang pas dan tidak longgar sebab ini bisa menjadi tempat masuknya virus dan bakteri. Pastikan pula masker kain bisa menutupi seluruh area hidung, mulut, hingga ke dagu.
  6. Hanya boleh menyentuh bagian pengait masker saat akan dilepas. Saat akan melepas masker, memegang bagian depan sangat dilarang sebab itu bisa terkontaminasi setelah penggunaannya seharian penuh. Amannya, peganglah bagian pengait atau gagang masker kain saja. Setelah itu, jangan lupa kembali mencuci kain dan tangan agar kuman dan bakteri dipastikan mati.
  7. Cuci tangan pakai sabun setelah membuang masker yang telah digunakan ke dalam tempat sampah.
  8. Biar bersih, ganti masker anda secara rutin apabila kotor atau basah (Sumber: Kemenkes).

Dengan menggunakan masker, maka anda telah melakukan salah satu upaya pencegahan untuk meminimalisir penyakit. Selain itu anda juga bisa tetap sehat setiap hari dengan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat serta melaksanakan GERMAS setiap hari.

Sedangkan untuk batuk dan bersin, etikanya adalah:
  1. Tutupi mulut dan hidung Anda dengan tisu saat Anda batuk atau bersin.
  2. Masukkan tisu bekas bersin Anda ke keranjang sampah.
  3. Jika Anda tidak memiliki tisu, batuk atau bersin ke lengan atas Anda (siku), bukan tangan Anda.
  4. Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun setelah bersin. Sebab, menjaga kebersihan tangan adalah salah satu cara untuk menghindari sakit dan menyebarkan kuman ke orang lain.
  5. Jika sabun dan air tidak tersedia gunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol setidaknya 60 persen untuk membersihkan tangan (Sumber: Kemenkes).



Bersambung ke langkah ke-7: Minum air mineral 8 gelas per  hari klik di sini

Minggu, 19 April 2020

CUCI TANGAN PAKAI SABUN (Dalam Bahasa Agama)


JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19 
MELALUI GERMAS DALAM BAHASA AGAMA

(Langkah Ke-5: Cuci Tangan Pakai Sabun)

Oleh: Alfiatu Solikah, S. Ag., M.Pd.I.


Masih melanjutkan pembahasan tentang Menjaga diri dan keluarga dari Covid 19, dalam hal ini masuk pada langkah kelima, yakni cuci tangan pakai sabun. Seperti biasa penulis akan menguraikan pembahasan ini sesuai aturan Kementerian Kesehatan dalam bahasa agama. ISLAM adalah agama yang membawa maslahah dan mencegah mudharat bagi manusia. Diantara bentuknya, Islam mengajarkan pola hidup bersih dan tampil indah. Contohnya, ada beberapa waktu yang dianjurkan untuk mencuci tangan ketika itu. Siapa yang melakukan cuci tangan dalam rangka memenuhi anjuran ini, ia mendapatkan pahala. Kapan saja cuci tangan diperintahkan ?

Ketika hendak wudlu

Disebutkan dalam hadits Humran bin Aban rahimahullah tentang cara wudhu Utsman bin Affan radhiallahu’anhu, “.. kemudian beliau membasuh kedua tangannya 3 kali.” Yang di akhir hadits, Utsman bin Affan mengatakan,  “Aku melihat Rasulullah SAW berwudhu seperti wudhuku ini.” (HR. Bukhari no.1934, Muslim no.226).

Ketika sebelum dan sesudah makan

عَنْ سَلْمَانَ، قَالَ قَرَأْتُ فِي التَّوْرَاةِ أَنَّ بَرَكَةَ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ بَعْدَهُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا قَرَأْتُ فِي التَّوْرَاةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " بَرَكَةُ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ قَبْلَهُ وَالْوُضُوءُ بَعْدَهُ

Artinya: “Dinarasikan Salman: Saya membaca di Taurat, berkah makanan ada di wudhu setelah menyantapnya. Lalu aku mengatakannya pada Nabi Muhammad SAW yang aku baca di Taurat. Setelah itu Rasulullah SAW mengatakan, "Berkah pada makanan ada di dalam wudhu sebelum dan setelah menyantap hidangan." (HR Tirmidzi).

Ketika akan melakukan aktivitas

عَنْ جَابِرٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْرِغْ عَلَى يَدِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَ يَدَهُ فِي إِنَائِهِ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي فِيمَ بَاتَتْ يَدُهُ " .

Artinya: Rasulullah SAW mengatakan, "Ketika kamu bangun tidur, dia seharusnya cuci tangan tiga kali sebelum beraktivitas karena dia tidak tahu kondisi tangannya saat malam hari." (HR Muslim).
Hadits ini mengingatkan pentingnya cuci tangan sebelum melakukan aktivitas. Cuci tangan memastikan tidak ada virus dan bakteri yang berisiko menginfeksi tubuh.

Ketika Tangan Kotor

Secara umum ketika ada kotoran pada tubuh kita atau pakaian kita, hendaknya berusaha membersihkannya agar tampil bersih dan bagus. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.” (HR. Muslim no.91).

Cuci tangan sangat diperlukan untuk menghindari penularan penyakit melalui tangan. Seperti apa sih cara cuci tangan yang benar menurut Kemenkes dan WHO? Mencuci tangan dengan menggunakan sabun menjadi salah satu tindakan sanitasi untuk pencegahan penyakit. Bahkan tanggal 15 Oktober ditetapkan sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian pada anak. Melakukan cara cuci tangan yang baik juga bisa mencegah kita dari berbagai macam penyakit. Pasalnya, penyakit seperti flu, diare dan mata merah bisa dengan mudah ditularkan melalui tangan yang kotor.

Cara Cuci Tangan 7 Langkah Pakai Sabun Yang Baik dan Benar
1.    Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut

2.      Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian

3.      Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih

4.      Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan

5.      Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian

6.      Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan

7.      Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar

Kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan memakai handuk atau tisu.

selanjutnya langkah ke-6: 
Gunakankan masker dst klik disini


Sabtu, 18 April 2020

TIDAK MEROKOK

JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19 
MELALUI GERMAS DALAM BAHASA AGAMA

(Langkah Ke-4: Tidak Merokok)

Oleh: Alfiatu Solikah, S. Ag., M.Pd.I.


Langkah keempat dari usaha untuk menjaga diri dan keluarga dari Covid 19 adalah tidak merokok. Berikut penulis uraikan tentang merokok, baik dalil naqli, aqli serta bahaya merokok bagi kesehatan. Semoga bermanfaat dan ada berkahnya, dengan uraian berikut menjadi jalan bagi Anda yang masih merokok, bisa sayonara dengan rokok. 

Berbagai spekulasi terkait merokok memang menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Beberapa mengatakan bahwa merokok termasuk diharamkan alias dilarang oleh agama, sebagian lagi mengatakan bahwa merokok tidak berkaitan dengan hukum agama. Dalam Islam tentunya hal ini menjadi pembahasan yang cukup serius. Apalagi setelah isu beredarnya fatwa terkait merokok yang diharamkan oleh sebuah lembaga tinggi agama Islam. Perdebatan mengenai hal tersebut semakin kencang dihembuskan.

Islam tidak melarang siapapun melakukan tindakan yang berkaitan dengan kebiasaan seseorang selama hal tersebut tidak merugikan pihak lain. Demikian halnya dengan merokok yang juga bergantung pada kepribadian setiap individu yang melakoninya.

Islam hanya mengajarkan umatnya untuk tidak melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri. Sudah bukan rahasia lagi bahwa merokok sejatinya merupakan kebiasaan yang dapat merusak kesehatan. Bahkan dalam setiap bungkusnya sudah tertulis “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Maka menanggapi hal tersebut, rokok dinilai merupakan tindakan atau kebiasaan yang tidak baik dilakukan bagi umat muslim.

Secara umum merokok menurut para ulama dinilai sebagai tindakan yang memiliki dua macam hukum yaitu haram dan makruh. Namun, dalam penerapannya melekatkan hukum makruh pada kebiasaan merokok lebih disetujui oleh kalangan masyarakat agar tidak terjadi kesenjangan sosial serta menimbulkan keributan tertentu.

Dalil dan Hadist Tentang Larangan
Dalil dan Hadist yang berbicara mengenai larangan merokok sejatinya memang tidak dituliskan secara jelas. Namun, sebagai umat muslim yang patuh terhadap larangan Allah SWT, tentunya kita wajib mengetahui dan menjalankan segala perintah serta menjauhi larangan yang sudah tertera dalam ayat Al Qur’an. Beberapa dalil yang dapat digunakan sebagai larangan untuk merokok diantaranya adalah sebagai berikut:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. al-A’raaf: 157)

Dari ayat tersebut telah menjelaskan bahwa Allah SWT telah menghalalkan segal yang baik bagi umat manusia dan mengharamkan yang buruk bagi manusia. Secara ilmu pengetahuan, kesehatan, rokok merupakan barang yang berpotensi untuk membuat kondisi pemakainya justru menurun. Hal ini dapat diartikan bahwa merokok adalah kebiasaan yang tidak baik serta dilarang oleh Allah SWT.

Keburukan mengonsumsi rokok juga telah dengan jelas disebutkan pada kemasan roko tersebut. Sebagai peringatan, justru kalimat yang hampir disetujui semua kalangan itu tidak sekalipun diindahkan. Hal ini bdapat dibuktikan dalam kebiasaan perokok secara umum seperti; bahwa setiap perokok justru tidak menginginkan keturunannya untuk melakukan hal yang sama, larangan merokok telah dilakukan hampir di semua area publik, sehingga secara jelas sebenarnya larangan merokok tersebut sudah tepat dan wajib direalisasikan. Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah 195)

Firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah tersebut menjelaskan kepada kita sebagai umat muslim untuk tidak menggunakan apapun untuk menghancurkan diri kita sendiri. Sebagaimana firman Allah tersebut, kita mengetahui bahwa rokok sebenarnya dapat membunuh manusia secara perlahan.

Hal tersebut sangat dilarang oleh Allah yaitu membinasakan diri sendiri. Kematian yang disebabkan oleh bahaya merokok sudah terjadi hampir di seluruh dunia. Beberapa penyakit seperti jantung, paru-paru, kanker tenggorokan dan sebagainya termasuk jenis penyakit yang mayoritas disebabkan oleh konsumsi rokok tidak terkendali. Jadi, wajar saja apabila rokok dianggap sebagai racun yang perlahan dapat membunuh nyawa seseorang.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS. Al-Baqoroh: 219).

Al Qur’an Surat al-Baqarah 219 menjelaskan bahwa Allah SWT melarang manusia untuk melakukan sesuatu yang tiada bermanfaat, atau yang bahayanya jauh melebihi arak serta judi. Arak dan judi adalah dosa besar yang tiada manfaatnya, justru menimbulkan banyak kerugian bagi pelakunya. Hal ini disamakan dengan merokok yang memang tidak menjadikan manfaat apapun bagi pemakainya.

Pembelaan mengenai merokok dilakukan oleh mereka yang sudah menganggap rokok sebagai candu. Pernyataan ini jelas bertentangan karena sesungguhnya sedikitpun dari segi kesehatan, perekonomian, atau budaya dan sebagainya yang diklaim sebagai pembelaan atas rokok tidak satupun yang membenarkan perilaku tersebut adalah hal yang baik. Sebagaimana Hadist Rasulullah SAW diriwayatkan berbunyi:

حفظه الله عَنْ  أَبِـيْ  سَعِيْدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْـخُدْرِيِّ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّـى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Dari Abû Sa’îd Sa’d bin Mâlik bin Sinân al-Khudri Radhyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain (HR. Baihaqi dan al-Hakim dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Perokok tidak hanya membahayakan diri mereka sendiri, melainkan juga orang disekitar mereka. Bahkan sebuah riset menyetakan bahaya perokok pasif atau mereka yang berada disekitar perokok lebih besar terinfeksi kanker dibandingkan perokok yang sesungguhnya. Betapa dirugikannya orang yang disekeliling perokok saat menghisap asap yang berpotensi membunuh diri mereka secara perlahan. Firman Allah SWT dalam surat Al Ahzab berbunyi sebagai berikut:

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
 Dan sesungguhnya orang-orang yang mengganggu/menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dengan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58)

Sebagai umat muslim, Islam mengajarkan kita untuk menghargai sesama manusia sebagai saudara yang jelas tidak menginginkan saudaranya mendapatkan musibah. Allah SWT melarang umatNya untuk menyakiti saudaranya sendiri. Demikian halnya dengan merokok. Perokok sudah jelas membahayakan saudaranya yang lain dalam hal kesehatan. Perokok pasif lebih berpotensi mengidap kanker dibanding perokok sendiri. Oleh sebab itu, kebiasaan merokok dianggap sebagai perbuatan yang menyakiti sesama manusia.

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًاوَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”(AS. Al-Isro’: 26-27).

Pernahkah berpikir bahwa setiap harta yang kita kumpulkan adalah hasil dari kerja keras dan keringat? Harta tersebut didapatkan dengan cara yang tidak mudah. Secara logika, menghamburkan uang yang didapatkan dengan susah payah untuk membeli sebatang rokok adalah tindakan yang sia-sia. Menyia-nyiakan rezeki, sia-sia terhadap waktu, dan tidak menghargai kesehatan yang sudah diberikan kepada kita adalah hal yang tidak disukai Allah SWT.

Sesungguhnya merokok atau tidak adalah sebuah pilihan. Namun, pilihan tersebut bukanlah pilihan yang berat karena sudah dengan jelas diungkapkan bahwa merokok adalah prilaku yang sia-sia dari segi apapun. Oleh karena itu, alangkah baiknya menggunakan sisa waktu, sisa rezeki dan badan jasmani kita dengan tindakan yang baik serta bermanfaat bagi masa depan. Bahaya merokok dapat membahayakan hampir setiap organ tubuh, menyebabkan banyak penyakit, dan mengurangi kesehatan perokok aktif secara umum. Begitu pun pada perokok pasif, seorang yang terpapar asap rokok dari seorang perokok aktif, yang sama berbahayanya bagi kesehatan.

Bahaya Merokok bagi Kesehatan Tubuh
Beberapa penyakit yang mungkin dialami adalah penyakit kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit berbahaya lainnya. Selengkapnya simak bahaya rokok di bawah ini.
  1. Fertilitas (kesuburan): Bahaya merokok terhadap reproduksi dan kesuburan cukup fatal, karena kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko impotensi (disfungsi efeksi), kerusakan sperma, mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan kanker testis.
  2. Bau mulut dan kerusakan gigi: Bahaya merokok dapat menyebabkan bau mulut dan gigi bernoda. Hal ini juga dapat menyebabkan penyakit gusi dan kerusakan indera perasa. Bahaya rokok paling serius adalah meningkatkan risiko mengembangkan kanker pada lidah, tenggorokan, dan bibir.
  3. Penuaan dini: Bahaya rokok dapat mengurangi jumlah oksigen ke kulit sehingga dapat mempercepat penuaan dan kulit tampak kusam dan berwarna abu-abu. Merokok di usia muda antara 10-20 tahun dapat menyebabkan kerutan di wajah, terutama di sekitar mata (kantung mata) dan mulut, tiga kali lebih mungkin.
  4. Tulang rapuh: Bahaya rokok bagi kesehatan berkutnya dapat menyebabkan tulang cepat lemah dan rapuh. Terutama wanita perokok, 5-10% lebih mungkin untuk menderita osteoporosis dibandingkan non-perokok.
  5. Penyakit pencernaan: Bahaya rokok bagi kesehatan lainnya dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker perut, rsiko kanker ginjal, pankreas, dan kandung kemih.
  6. Penyait paru obstruktif kronik (PPOK): Bahaya merokok bagi kesehatan dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK adalah penyakit progresif yang membuat seseorang sulit untuk bernapas. Banyak perokok tidak tahu bahwa mereka telah terkena penyakit ini hingga sudah terlambat. Tidak ada obat untuk penyakit ini dan belum ada cara untuk menyembuhkannya.
  7. Serangan jantung: Karbon monoksida dari rokok mengambil oksigen dalam darah dan menyebabkan risiko mengembangkan kolesterol mengendap di dinding arteri. Efek ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
  8. Rheumatoid arthritis: Radang sendi atau rheumatoid arhtritis adalah penyakit radang kronis dan lebih sering terjadi pada wanita yang memengaruhi persendian di tangan dan kaki. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan dan pada akhirnya menyebabkan tulang keropos  dan kelainan bentuk sendi.
  9. Diabetes tipe 2: Bahaya merokok bagi kesehatan ini juga tak kalah berbahaya, karena menyebabkan diabetes tipe 2 dan meningkatkan risiko komplikasi penyakit, termasuk menghambat aliran darah ke kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi dan mengakibatkan amputasi kaki.
  10. Kanker: Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada pria dan wanita, karena sangat sulit untuk diobati. Bahaya merokok bagi kesehatan menyebabkan berbagai kanker, karena asap rokok mengandung ribuan bahan kimia di dalamnya. Berikut ini faktor risiko dari dampak rokok bagi kesehatan yang menyebabkan berbagai jenis kanker, antara lain: Kanker mulut; laring (kotak suara), faring (tenggorokan), dan Kerongkongan (tabung menelan); Kanker ginjal; Kanker serviks; Kanker hati; Kandung kemih; Kanker pancreas; Kanker usus besar; Leukemia myeloid.
Bagaimana Cara Menghindari Bahaya Merokok ?
Berikut yang mungkin bisa Anda terapkan untuk menghindari dampak rokok bagi kesehatan:
  1. Analisis kebiasaan: Lakukan analisis atas kebiasaan-kebiasaan merokok yang telah dilakukan selama ini, misalnya: kapan Anda secara otomatis ingin merokok: hasil analisis ini akan membantu dalam mengerem keinginan merokok di kemudian waktu.
  2. Susun daftar alasan: Lakukan segala hal yang membuat Anda tidak kembali merokok, selalu ingat alasan-alasan yang mendasari Anda untuk tidak merokok, jika perlu susun daftar alasan itu, seperti; menghindari kanker, gagal jantung, gangguan pencernaan, kehidupan sosial yang lebih baik, menabung, ingat kesehatan dan kepentingan keluarga, dan makan lebih enak.
  3. Langsung berhenti: Pilihlah satu hari di mana Anda akan berhenti merokok, dan pada hari itu, langsung berhenti total tanpa melakukan kebiasaan merokok. Beritahukan rencana Anda kepada orang-orang terdekat agar mereka bisa membantu. Waspada pada hari-hari awal, karena akan terasa sangat berat, cobalah mengalihkan perhatian dengan mengonsumsi permen atau permen karet tanpa gula sementara waktu, kurangilah kegiatan yang berkaitan dengan rokok.
  4. Nikmati hidup: Uang yang seharusnya dipakai untuk membeli rokok dapat dipakai untuk membeli hadiah bagi diri sendiri, ditabung atau untuk keperluan lainnya yang bermanfaat.
  5. Konsumsi rendah kalori: Pengaruh rokok terhadap kesehatan memang merugikan, jadi terapkanlah pola makan yang sehat. Selama beberapa minggu pertama (sampai kira-kira empat minggu), makanlah makanan yang mengandung kalori rendah. Disarankan untuk minum air yang banyak.


Sumber:
·         Soetjiningsih, (2010). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.
·         Tim KPAI (2013, 06 Juni). Menyelamatkan Anak Dari Bahaya Rokok. Dikutip 15 April 2019.
·         WHO. 2015. The Millenium Development Gols for Health. Jakarta : World Health Organitation.
·         Widada RH dan Icuk P. 2010. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Balai Pustaka.
·         Jaffe D, Chavasse L. 1999. Comparing The Co Content Of Cigarette Smoke and auto Exhaust Using   Gas Chromatography. J. Chollege Sci. Teaching.
·         


selanjutnya, langkah ke-5: Cuci Tangan Pakai Sabun (Klik disini)

Jumat, 17 April 2020

JAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN (dalam Bahasa Agama)


JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19 
MELALUI GERMAS DALAM BAHASA AGAMA

(Langkah Ke-3: Jaga Kebersihan Lingkungan)

Oleh: Alfiatu Solikah, S. Ag., M.Pd.I.


Langkag ke-3 dari tahapan menjaga diri dan keluarga dari Covid 19 adalah mejaga kebersihan lingkungan. Pada pembahasan ini tetap dibahas dari kaca mata Dinas kesehatan dengan bahasa agama. Sumber tulisan berikut adalah Panduang Kebersihan Lingkungan (Dinas Kesehatan) serta al Qur'an.

Dalam pandangan Islam, manusia ialah makhluk terbaik diantara semua ciptaan Tuhan dan berani memegang tanggungjawab mengelola bumi, maka semua yang ada di bumi diserahkan untuk manusia. Oleh karena itu manusia diangkat menjadi khalifah di muka bumi. Sebagai makhluk terbaik, manusia diberikan beberapa kelebihan diantara makhluk ciptaan-Nya, yaitu kemuliaan, diberikan fasilitas di daratan dan lautan, mendapat rizki dari yang baik-baik, dan kelebihan yang sempurna atas makhluk lainnya.

Lingkungan adalah Kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Cara Menjaga Lingkungan
  • Membuang Sampah Pada Tempatnya
Seharusnya kita tidak membuang sampah sembarangan. Contohnya di jalan, di sungai, di selokan, dsb. Jangan membuang limbah di sungai, jika kita membuang sampah di sungai hasilnya sungai menjadi kotor, bau, dan keruh.
  • Hindari Menebang Pohon di Hutan
Banyak sekali masyarakat menebang pohon di hutan, hasilnya hutan kita menjadi gundul. Apa bila hutan itu di tempati binatang-binatang, semakin banyak masyarakat menebang pohon semakin banyak juga tempat tinggal binatang-binatang yang rusak.
  • Pembersihan Selokan
Kita harus selalu membersihkan selokan agar tidak terjadi penumpukan sampah yang mengakibat banjir nantinya. Jika kita membersihkan selokan, berarti kita bisa menghindari sarang nyamuk, kotor dan bau. Agar lingkungan kita bersih, sehat, dan tetap indah.
  • Pengelolaan Air Buangan
Setiap Hari kita Pasti selalu Memakai Air pada setiap kegiatan contohnya ialah mencuci baju dan piring, dalam hal tersebut kita harus pastikan aliran air bekas rumah tangga kita tidak tercampur sampah limbah rumah tangga yg tidak bisa urai, jika pengelolaan saluran air kita tidak bersih hal tersebut dapat menyebabkan banjir jika sampah menyumbat, tersebarnya air kotor ke jangakuan air bersih dikarenakan banyaknya sampah di saluran air. Dalam hal ini kita harus menjaga baik baik lingkungan kita menjadi lingkungan yang sehat termasuk dalam pengelolaan air buangan kita atau limbah rumah tangga, agar kita hidup sehat
  • Pembuangan Sampah Padat
Sampah padat terdiri dari dua jenis sampah yaitu sampah organik dan non organik. Sampah organik adalah sampai yang dapat di urai atau di daur ulang. Sampah non organik adalah sampah yang tidak bisa atau tidak mudah di urai. Dalam hal ini jagalah sampah non organic jangan sampai terbuang ke lingkungan air bersih karena sampah ini tidak bisa urai akan menyebabkan permanen Padas Sumber Air bersih kita.
  • Buanglah Sampah Pada tempatnya Agar lingkungan kita menjadi sehat
Mengendalikan vektor atau serangga pengganggu. Vektor adalah istilah untuk serangga yang menimbulkan penyakit seperti Nyamuk Yang berasal dari air kotor yang menggenang, Lalat dari sampah Yang Busuk,Ulat dari daging busuk.
  • Hindarkan Pencemaran Tanah Oleh Ekskreta Manusia
Pasti manusia akan makan dan minum, maka ada sisa olahan dalam tubuh yang harus dibuang yang disebut ekskreta.Ekskreta ini biasanya berupa feses dan urine. Ekskreta manusia harus diatur semudah mungkin pembuangannya tidak menimbulkan pencemaran baik pencemaran di dalam tanah, air maupun udara.
  • Ketersediaan Fasilitas MCK Yang Layak
Kebutuhan mandi, cuci dan buang air adalah suatu kewajiban bagi manusia. Dalam suatu lingkungan sehat, persiapan fasilitas yang layak untuk ketiga hal tersebut adalah hal yang tidak bisa dibiarkan Sekalipun tidak setiap rumah memiliki fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus atau MCK, adanya MCK umum bagi warga sudah cukup, bagusnya lagi jika masing - masing warga memiliki fasilitas MCK di rumahnya, tentu saja lebih sehat. Fasilitas MCK yang layak terdiri dari bangunan yang layak dan tertutup, ada air besrsih yang selalu berganti baik itu berupa kran atau berupa bak, serta pembuangan yang teratur.
  • Menghindari Pencemaran Udara
Lingkungan sehat dan bersih selalu ditandakan dengan udara bersih yang ada. Jika udara penuh dengan polusi, itu menandakan bahwa lingkungannya tidak sehat. Kondisi udara sangat sering menimbulkan berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan pernafasan seperti influenza, bronkitis, ispa, paru – paru dan lain-lain. Hindarkan juga lingkungan dari asap rokok karena ini sudah terkenal sebagai penyebab berbagai macam penyakit. Terlebih jika asap rokok terhirup oleh anak-anak dan balita yang bahkan tidak ikut merokok. Hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga udara bersih ialah menjaga supaya lingkungan kita tetap hijau oleh pepohonan dan tanaman. Biarkan mereka tumbuh subur dan tinggi. Jangan cuma ada pembangunan seluruh pepohonan dibabat hingga habis tanpa ada reboisasi.
  • Hindarkan Lingkungan dari Kebisingan
Bagaimanapun asri dan sejuknya lingkungan, kalau juga sering terdengar suara berisik bahkan membuat dengung telinga membuat lingkungan tidak lagi dikatakan lingkungan sehat. Warga menjadi tidak nyaman dan tidak bisa fokus menjalani aktifitas sehari – hari.

Manfaat dari lingkungan bersih:
1.      Mencegah terjadinya banjir
2.      Mencegah terjadinya tanah longsor
3.      Udara menjadi sejuk
4.      Sehat wal afiat
5.      Lingkungan bersih makin sering Kerja bakti
6.      Bebas dari penyakit

Syarat –Syarat Lingkungan yang Sehat
  1. Keadaan Air: tidak berbau, tidak tercemar dan dapat dilihat kejernihan air tersebut
  2. Keadaan Udara: didalamnya terdapat yang diperlukan, contohnya oksigen dan di dalamnya tidak  tercemar oleh zat-zat yang merusak tubuh, contohnya zat CO2 (zat carbondioksida)
  3. Keadaan Tanah: yang baik untuk penanaman suatu tumbuhan, dan tidak tercemar oleh zat-zat logam berat.
Cara Menciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat di rumah
  • Lingkungan di Sekitar Rumah
Lingkungan sehat berawal dari diri sendiri dan di lingkungan sekitar. Kesehatan juga untuk diri sendiri, maka dari itu mari kita jaga kesehatan dan jaga lingkungan agar tetap bersih. Sediakanlah tempat samapah di setiap ruangan yang memungkinkan sampah berada, biasanya di dapur, di kamar mandi dan di halaman rumah.

Sebaiknya kita menyediakan 2 jenis tempat sampah,yakni sampah basah dan sampah kering, jika kedua sampah tersebut dicampurkan maka akan menimbulkan bau yang tidak sedap, dan manfaat jika kita memisahkan sampah kering dan sampah basah ialah kita dapat mengolah sampah tersebut menjadi barang yang berguna kembali ( recycle ).Buanglah sampah yang telah terkumpul pada waktu tertentu atau disaat tempat sampah tersebut sudah hampir penuh. Jangan tunggu hingga tempat sampah tersebut penuh karena itu akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan mendatangkan kecoa / lalat.

Terapkan jugalah prinsip 3 R ( ReUse, ReCycle, ReDuce ) yang artinya Reuse = Menggunakan Kembali, ReCycle = Mendaur Ulang, dan ReDuce = Menggurangi. Sediakanlah tempat penampungan sampah organik dihalaman karena sampah organik akan bermanfaat nantinya untuk pupuk kompos.
  • Bersihkan Lantai Secara Rutin
Dimulai dengan menyapu hingga mengepel menggunakan caian penncuci lantai yang mengandung formula anti kuman. Lantai merupakan bagian rumah yang langsung terkena kulit, jika lantai kotor tentunya kuman yang ada akan menempel pada kulit dam menyebabkan penyakit. Jika lantai rumah bersih dan wangi tentunya akan menimbulkan kesan yang baik dan tentunya kesehatan yang baik pula. Selayaknya membersihkan rumah secara teratur karena dengan teratur keindahan dan kenyaman rumah akan semakin terjaga.
  • Hindari Gengangan Air
Hindarilah genangan air karena genangan air dapat menyebabkan berkembang biaknya nyamuk aedes aegepty / nyamuk demam berdarah. Hindari segera genangan air serta membakar sampah-sampah yang bertumpuk di halaman.
  • Buatlah Ventilasi dan Ruang Cahaya
Buatlah ventilasi udara yang memungkinkan udara segar selalu masuk ke dalam rumah dan berikanlah ruang untuk cahaya agar masuk menyinari ruangan. Hal ini akan membuat rumah tidak pengap, segar, dan tak tampak kusam. Sirkulasi udara yang baik akan mempengaruhi kualitas rumah. Udara yang kotor dirumah dapat dengan mudah berganti dengan udara yang bersih.
  • Lakukanlah Kerja Bakti
Lakukan Kerja Bakti agar dapat meningkat kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan sekitar lingkungan
  • Perbanyak Tumbuhan Hijau
Perbanyaklah tumbuhan hijau di pekarangan rumah yang akan membuat rumah terlihat asri dan segar. Udara kotor akan cepat berganti menjadi udara segar.

Prinsip – prinsip dalam mengelola lingkungan Hidup dalam Islam
Ada beberapa prinsip-prinsip yang harus dipenuhi saat manusia berinteraksi dengan lingkungan hidup. Prinsip-prinsip ini terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut. Berikut adalah prinsip-prinsip yang dapat menjadi pegangan dan tuntunan bagi perilaku manusia dalam berhadapan dengan alam, baik perilaku terhadap alam secara langsung maupun perilaku terhadap sesama manusia yang berakibat tertentu terhadap alam:

1.      Prinsip hormat terhadap alam, al Qur’an surat al-anbiya 107
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Rahmatan lil alamin bukanlah sekedar motto Islam, tapi merupakan tujuan dari Islam itu sendiri. Sesuai dengan tujuan tersebut, maka sudah sewajarnya apabila Islam menjadi pelopor bagi pengelolaan alam dan lingkungan sebagai manifestasi dari rasa kasih bagi alam semesta tersebut. Selain melarang membuat kerusakan di muka bumi, Islam juga mempunyai kewajiban untuk menjaga lingkungan dan menghormati alam semesta yang mencakup jagat raya yang didalamya termasuk manusia, tumbuhan, hewan, makhluk hidup lainnya, serta makhluk tidak hidup.

2.      Prinsip Tanggung Jawab (Moral Responsibility For Nature)
Sesuai dengan firman Allah dalam surah al Baqarah: 30
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

Kenyataan ini saja melahirkan sebuah prinsip moral bahwa manusia mempunyai tanggung jawab baik terhadap alam semesta seluruhnya dan integritasnya, maupun terhadap keberadaan dan kelestariannya Setiap bagian dan benda di alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan dengan tujuannya masing-masing, terlepas dari apakah tujuan itu untuk kepentingan manusia atau tidak. Oleh karena itu, manusia sebagai bagian dari alam semesta, bertanggung jawab pula untuk menjaganya.

3.      Prinsip Solidaritas Kosmis (Cosmic Solidarity)
Terkait dengan kedua prinsip moral tersebut adalah prinsip solidaritas. Sama halnya dengan kedua prinsip itu, prinsip solidaritas muncul dari kenyataan bahwa manusia adalah bagian integral dari alam semesta. Lebih dari itu, dalam perspektif ekofeminisme, manusia mempunyai kedudukan sederajat dan setara dengan alam dan semua makhluk lain di alam ini. Kenyataan ini membangkitkan dalam diri manusia perasaan solider, perasaan sepenanggungan dengan alam dan dengan sesama makhluk hidup lain.

4.      Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian terhadap Alam (Caring For Nature)
Sebagai sesama anggota komunitas ekologis yang setara, manusia digugah untuk mencintai, menyayangi, dan melestarikan alam semesta dan seluruh isinya, tanpa diskriminasi dan tanpa dominasi. Kasih sayang dan kepedulian ini juga muncul dari kenyataan bahwa sebagai sesama anggota komunitas ekologis, semua makhluk hidup mempunyai hak untuk dilindungi, dipelihara, tidak disakiti, dan dirawat. Sebagaimana dimuat dalam sebuah Hadis shahih yang diriwayatkan oleh Shakhihain:

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak seorang pun muslim yang menanam tumbuhan atau bercocok tanam, kemudian buahnya dimakan oleh burung atau manusia atau binatang ternak, kecuali yang dimakan itu akan bernilai sedekah untuknya.”

Dalam hadis lain dijelaskan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jauhilah dua perbuatan yang mendatangkan laknat!” Sahabat-sahabat bertanya, ”Apakah dua perbuatan yang mendatangkan laknat itu?” Nabi menjawab, “Orang yang buang air besar di jalan umum atau di tempat berteduh manusia

5.      Prinsip tanggung jawab terhadap lingkungan
Islam adalah Diin yang Syaamil (Integral), Kaamil (Sempurna) dan Mutakaamil (Menyempurnakan semua sistem yang lain), karena ia adalah sistem hidup yang diturunkan oleh Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, hal ini didasarkan pada firman ALLAH SWT :

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. 5 

Selanjutnya Langkah ke-4: Tidak Merokok (Klik disini)

Menguatkan Iman Dan Akhlak Melalui Literasi Al-Qur’an Dan Majelis Ilmu

A. Pendahuluan Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam yang diturunkan Allah Swt. sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidu...